Jumat, 18 September 2015

Asupan Gizi Menentukan Kualitas Generasi Bangsa

Masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat hingga saat ini adalah masalah gizi yakni kekurangan zat gizi, stunting, dan gizi lebih. Masalah gizi seharusnya diperhatikan sehingga jumlah angka masalah gizi semakin menurun. Hal ini dapat dilihat bahwa masih banyak masyarakat yang belum paham dan sadar tentang pentingnya zat gizi. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan gerakan seribu hari pertama kehidupan yaitu memperhatikan pola asupan gizi yang dikonsumsi oleh seorang ibu sejak hamil sampai anak berusia dua tahun. Bahkan seharusnya sudah dipersiapkan sebelum hamil. Pada periode ini, pertumbuhan dan perkembangan otak pada anak semakin pesat. Oleh karena itu, seribu hari pertama kehidupan disebut dengan periode emas.
Pada masa kehamilan dan kelahiran anak, seorang ibu harus mengkonsumsi makanan yang bergizi dengan pola makan yang seimbang, makan makanan beraneka ragam serta rutin dalam pemeriksaan kehamilan. Seorang ibu juga wajib memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan kemudian dilanjutkan dengan MP-ASI (makanan pendamping ASI) hingga bayi berumur 2 tahun namun tetap memberikan ASI, rutin menimbang berat badan bayi dan memberikan imunisasi serta menjaga kebersihan. Pemberian ASI pada anak sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga hal ini tidak boleh disepelekan oleh ibu. Karena ASI merupakan makanan alami dan sehat yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan organ tubuh anak. Disamping itu, anak juga perlu dibiasakan makan makanan beranekragam sejak dini seperti mengkonsumsi buah dan sayur guna mendukung konsumsi buah dan sayur yang akan mendatang juga bermanfaat untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh anak, membantu pemenuhan serat, vitamin dan mineral. Karena itu, penting pengenalan makanan yang beranekaragam pada masa seribu hari pertama kehidupan untuk perilaku atau pola makan sehat dimasa yang akan datang.
Pada periode awal kehidupan anak, perkembangan sel-sel otak manusia sangat menentukan, sehingga jika terjadi kegagalan pemenuhan gizi pada anak dalam kandungan akan berdampak secara permanen, sehingga akan sulit untuk diperbaiki. Akibatnya membuat jumlah sel dan organ-organ tubuh pada anak mengecil, tidak normal seperti anak yang sehat. Ini sesuai dengan jumlah asupan gizi yang dikonsumsi seorang ibu. Bila perbaikan gizi dilakukan setelah seribu hari pertama kehidupan efek perbaikannya akan sangat kecil, namun jika dilakukan pada masa seribu hari pertama kehidupan terutama dalam kandungan, maka efek perbaikannya akan lebih efektif. Dampak kekurangan gizi pada anak tidak hanya dalam jangka pendek yaitu terganggunya pertumbuhan otak dan perkembangan, tetapi juga berdampak dalam jangka panjang yakni mempengaruhi tingkat kecerdasan anak, kurang berat badan dan  tinggi badan, serta mudah terkena penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, jantung, stroke dan obesitas.
Untuk melahirkan generasi yang cerdas dan sehat. Penting untuk memperhatikan asupan gizi pada anak sejak dalam kandungan. Meningkatkan kesadaran dan wawasan bahwa kelahiran anak bukan awal perhatian yang harus diperhatikan. Namun, masa sebelum hamil atau awal kehamilan merupakan titik awal dimana diberikan perhatian kepada anak untuk menjaga asupan gizi yang baik secara optimal. Karena masalah gizi dan kesehatan faktor penyebabnya bukan hanya faktor genetik saja, namun faktor lingkunganlah yang paling besar penyebab masalah  tersebut.  Oleh karena marilah kita memperhatikan zat gizi setiap makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil dan mengimplematasikan gerakan seribu hari pertama kehidupan dalam memajukan kualitas hidup anak bangsa.