Masalah
kesehatan yang terjadi di masyarakat hingga saat ini adalah masalah gizi yakni kekurangan
zat gizi, stunting, dan gizi lebih. Masalah gizi seharusnya diperhatikan
sehingga jumlah angka masalah gizi semakin menurun. Hal ini dapat dilihat bahwa
masih banyak masyarakat yang belum paham dan sadar tentang pentingnya zat gizi.
Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan
gerakan seribu hari pertama kehidupan yaitu memperhatikan pola asupan gizi yang
dikonsumsi oleh seorang ibu sejak hamil sampai anak berusia dua tahun. Bahkan
seharusnya sudah dipersiapkan sebelum hamil. Pada periode ini, pertumbuhan dan
perkembangan otak pada anak semakin pesat. Oleh karena itu, seribu hari pertama
kehidupan disebut dengan periode emas.
Pada
masa kehamilan dan kelahiran anak, seorang ibu harus mengkonsumsi makanan yang
bergizi dengan pola makan yang seimbang, makan makanan beraneka ragam serta rutin
dalam pemeriksaan kehamilan. Seorang ibu juga wajib memberikan ASI eksklusif
selama 6 bulan kemudian dilanjutkan dengan MP-ASI (makanan pendamping ASI)
hingga bayi berumur 2 tahun namun tetap memberikan ASI, rutin menimbang berat
badan bayi dan memberikan imunisasi serta menjaga kebersihan. Pemberian ASI
pada anak sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga hal
ini tidak boleh disepelekan oleh ibu. Karena ASI merupakan makanan alami dan
sehat yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan organ tubuh anak. Disamping
itu, anak juga perlu dibiasakan makan makanan beranekragam sejak dini seperti
mengkonsumsi buah dan sayur guna mendukung konsumsi buah dan sayur yang akan
mendatang juga bermanfaat untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh anak,
membantu pemenuhan serat, vitamin dan mineral. Karena itu, penting pengenalan
makanan yang beranekaragam pada masa seribu hari pertama kehidupan untuk
perilaku atau pola makan sehat dimasa yang akan datang.
Pada
periode awal kehidupan anak, perkembangan sel-sel otak manusia sangat
menentukan, sehingga jika terjadi kegagalan pemenuhan gizi pada anak dalam
kandungan akan berdampak secara permanen, sehingga akan sulit untuk diperbaiki.
Akibatnya membuat jumlah sel dan organ-organ tubuh pada anak mengecil, tidak
normal seperti anak yang sehat. Ini sesuai dengan jumlah asupan gizi yang
dikonsumsi seorang ibu. Bila perbaikan gizi dilakukan setelah seribu hari
pertama kehidupan efek perbaikannya akan sangat kecil, namun jika dilakukan
pada masa seribu hari pertama kehidupan terutama dalam kandungan, maka efek
perbaikannya akan lebih efektif. Dampak kekurangan gizi pada anak tidak hanya
dalam jangka pendek yaitu terganggunya pertumbuhan otak dan perkembangan,
tetapi juga berdampak dalam jangka panjang yakni mempengaruhi tingkat
kecerdasan anak, kurang berat badan dan tinggi badan, serta mudah terkena penyakit
tidak menular seperti hipertensi, diabetes, jantung, stroke dan obesitas.
Untuk
melahirkan generasi yang cerdas dan sehat. Penting untuk memperhatikan asupan
gizi pada anak sejak dalam kandungan. Meningkatkan kesadaran dan wawasan bahwa
kelahiran anak bukan awal perhatian yang harus diperhatikan. Namun, masa
sebelum hamil atau awal kehamilan merupakan titik awal dimana diberikan
perhatian kepada anak untuk menjaga asupan gizi yang baik secara optimal.
Karena masalah gizi dan kesehatan faktor penyebabnya bukan hanya faktor genetik
saja, namun faktor lingkunganlah yang paling besar penyebab masalah tersebut. Oleh karena marilah kita memperhatikan zat
gizi setiap makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil dan mengimplematasikan
gerakan seribu hari pertama kehidupan dalam memajukan kualitas hidup anak
bangsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar